Showing posts with label Liga Italia. Show all posts
Showing posts with label Liga Italia. Show all posts

Highlight Juventus Vs Ac Milan 22 April 2013 Serie A

Juventus mengalahkan AC Milan 1-0 pada pekan ke-33 Serie A di Juventus Stadium, Senin (22/4) dini hari WIB. Gol I Bianconeri dicetak Arturo Vidal melalui titik penalti pada babak kedua.

detiksport - Babak pertama berjalan tujuh menit, Juventus mempunyai peluang emas. Bola hasil tendangan bebas Andrea Pirlo sempat berubah arah sebab mengenai kaki pemain dan menuju ke dalam gawang. Akan tetapi Christian Abbiati cepat bereaksi dan menghalau bola. Juventus hanya menerima sepak pojok dan gagal meraih gol.

AC Milan harus mengganti pemainnya pada menit ke-15. Christian Abbiati yang mengalami cedera harus diganti dengan Marco Amelia.

Sementara itu kubu Milan mempunyai kesempatan yang diciptakan Stephan El Shaarawy dan Massimo Ambrosini. Namun tidak ada yang membuahkan gol bagi I Rossoneri. Hingga babak pertama berakhir skor masih imbang tanpa gol.

Babak kedua berjalan 10 menit Juventus dan Milan saling menekan pertahan. Peluang dimiliki I Bianconeri melalui tandukan giorgio Chiellini dan sepakan Claudio Marchisio. Sementara itu dari Milan dihasilkan Philippe Mexes.

Bencana menghampiri Milan pada menit ke-56. Kwadwo Asamoah yang berlari masuk ke dalam kotak penalti dijatuhkan oleh Amelia. Wasit eksklusif menunjuk titik putih dan mengganjar kartu kuning kepada Amelia. Arturo Vidal sebagai eksekutor berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Juventus 1-0 Milan.

Tertinggal 0-1, para pemain Milan menekan pertahanan Juventus tetapi tidak ada satu usaha I Rossoneri yang menghasilkan gol. Hingga pertandingan berakhir skor masih sama untuk kemenangan Juventus atas AC Milan 1-0.

Dengan hasil ini Juventus terpaut 11 poin dari peringkat dua klasemen Serie A, Napoli. I Partenopei sebelumnya meraih kemenangan dramatis atas Cagliari 3-2.

*****

Susunan pemain:

Juventus: Buffon; Barzagli, Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner (Padoin 81'), Pogba, Pirlo, Vidal, Asamoah (Peluso 90+1'); Marchisio; Vucinic (Quagliarella 89')

AC Milan: Abbiati (Amelia 15'); Abate, Zapata, Mexes, Constant; Montolivo, Ambrosini (Muntari 46'), Boateng; Pazzini, El Shaarawy, Robinho (Bojan 71')

Highlight Pertandingan

Babak I

Babak II

Sumber

Inter Milan Siap Buka Lembaran Baru

 Inter Milan sudah punya pelatih baru usai mereka memilih Walter Mazzarri untuk menggantik Inter Milan Siap Buka Lembaran Baru detiksport - Inter Milan sudah punya instruktur gres usai mereka menentukan Walter Mazzarri untuk menggantikan Andrea Stramaccioni yang dipecat. Esteban Cambiasso pun siap menatap demam isu gres dan melupakan demam isu ini.

Musim ini memang tak berjalan menyenangkan untuk Inter, khususnya di paruh kedua. Dihantam angin ribut cedera, Inter pun terus mengalami penurunan performa.

Posisi sembilan kemudian menjadi posisi tamat La Beneamata di trend ini. Itu merupakan posisi terburuk Inter selama dipimpin oleh Massimo Moratti. Inter pun juga tak mendapat tiket ke kompetisi Eropa trend depan.

Jebloknya prestasi Inter itu kemudian menciptakan Moratti mengambil keputusan untuk memecat Stramaccioni. Presiden Inter itu lantas menunjuk Mazzarri sebagai allenatore anyar untuk Samir Handanovic dkk. mulai ekspresi dominan depan.

Bersama pelatih baru, Cambiasso pun siap menyambut demam isu yang akan tiba. Pemain 32 tahun itu ingin segera melupakan demam isu ini yang berakhir buruk untuk timnya itu.
 
"Aku pikir tidak banyak yang mampu dikatakan. Itu yaitu musim yang buruk, tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh sejarah klub ini. Ini kini sudah final dan kami sudah merasakan luka alasannya tahun ini adalah demam isu yang buruk," ujar Cambiasso mirip dikutip Football Italia.

"Mulai sekarang kami melihat ke depan untuk kembali ke ekspresi dominan yang anggun. Setiap tahun berbeda dari yang lain, apakan kami memulai dengan pelatih gres, staf, atau pemain."
 
"Ketika kami memulai demam isu gres, kami tidak bisa melihat ke belakang. Kami hanya fokus pada apa yang kami lakukan sekaang," lanjut pemain asal Argentina itu.

"Fans kami akan selalu ada di sana untuk kami dan kami punya kewajiban untuk membayar iktikad mereka. Suporter yakni mesin dari tim ini," katanya.

Sumber

Juventus Dan Arsenal Berpacu Dapatkan Jovetic

Juventus dan Arsenal tengah berpacu. I Bianconeri dan The Gunners dilaporkan La Stampa beradu cepat mendapatkan tanda tangan striker Fiorentina berusia 23 tahun, Stevan Jovetic.

Arsenal dikabarkan telah membuat proposal kepada Fiorentina. Uang senilai 28 juta euro sudah disodorkan Tim Gudang Peluru kepada La Viola demi Stevan Jovetic. Nilai tersebut hanya minus dua juta euro dari banderol yang dipatok Fiorentina untuk Jo-Jo, 30 juta euro.

Juventus juga tidak mau kalah. Peluang Si Nyonya Tua mendapatkan tanda tangan pemain tim nasional Montenegro itu bahkan bisa dibilang lebih besar. Fali Ramadani, biro Jovetic, akan segera menggelar pembicaraan dengan direksi Juventus.

Nominal yang diajukan Juventus sepertinya tidak akan sebesar Arsenal. Spekulasi yang beredar menyebutkan Juventus akan menunjukkan Fabio Quagliarella atau Alessandro Matri plus sejumlah uang kepada Si Ungu demi Jovetic.

Sumber : http://www.bolanews.com/read/sepakbola/bursa-transfer/41052-Juventus-dan-Arsenal-Berpacu-Dapatkan-Jovetic.html

Allegri: Kaka Bikin Milan Pede

Halo sahabat, maaf gres sempet mengupdate Blog Bola ini. Kali ini kita membahas mengenai hasil transfer Kaka yang pulang ke AC Milan dan melakoni debutnya dini hari tadi.

 

Kaka tampil gemilang ketika Milan menghadapi Chiasso dalam berkelahi persahabatan dinihari tadi. Pemain asal Brasil itu menyumbangkan 2 assist yang ikut memilih kemenangan 4-0 Milan.

 

"Mengingat ini pertama kalinya Kaka bermain dengan tim barunya, aku pikir ia tampil cukup baik," kata Allegri kepada Milan Channel.

"Tapi, dia masih harus lebih fit. Kaka mempunyai kualitas yang ahli. Dia seorang juara dan kehadirannya menaikkan tingkat iktikad diri seluruh skuat."

 

Kaka sebelumnya sempat membela Milan pada 2003-2009. Di kala ini, ia memenangi segalanya. Mulai dari gelar Serie A sampai Liga Champions. Ia juga terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia versi FIFA pada 2007.

 

Ia kemudian pindah ke Madrid pada 2009. Bersama Los Blancos, kariernya meredup. Masalah hernia dan ketatnya persaingan membuat jam terbang Kaka menurun drastis. Seiring kedatangan Gareth Bale, Madrid pun akibatnya memutuskan melepas Kaka.

 

"Kaka adalah orang yang bersemangat dan pekerja keras. Ini sudah terbukti dalam latihan. Saya harus mampu mengeluarkan yang terbaik darinya dan membantunya mencapai puncak kebugaran. Anda tidak bisa mengharapkan seorang pemain baru untuk pribadi siap 100 persen," ucap Allegri. (jnp)

Sumber

Inter Paksa Milan Turun Posisi

 Tren positif terus ditunjukkan Inter Milan sejak ditangani Claudio Ranieri Inter Paksa Milan Turun Posisi
BLOG BERITA BOLA - Tren positif terus ditunjukkan Inter Milan sejak ditangani Claudio Ranieri. Kemenangan I Nerazzurri berlanjut dengan membungkam rival sekota AC Milan 1-0 dalam adu Derby della Madonnina di giornata ke-18, Senin (16/1) dinihari WIB. Diego Milito menjadi pendekar Nerazzurri berkat gol tunggalnya di awal babak kedua di San Siro.

Tambahan tiga poin membuat Inter kini menjadi ancaman serius dalam perebutan Scudetto. Tak hanya memangkas jarak dengan Lazio, kemenangan La Beneamata juga kini membuat jarak dengan pemuncak klasemen, Juventus, hanya terpaut enam poin. Sementara Milan, gagal memanfaatkan hasil imbang Juventus kontra Cagliari beberapa dikala sebelumnya. Milan harus turun ke posisi dua dan selisih satu angka dari Bianconeri yang mengoleksi 38 poin.

Inter memberikan tekanan di menit awal sabung. Pelanggaran Mark van Bommel terhadap Giampaolo Pazzini membuahkan tendangan bebas. Thiago Motta menjebol gawang Christian Abbiati setelah memanfaatkan tendangan bebas Maicon, sayang golnya dianulir alasannya lebih dulu off-side.

Menit kesembilan giliran Rossoneri yang mengancam lini belakang Inter. Tendangan keras Zlatan Ibrahimovic dari luar kotak penalti masih mampu dihalau Julio Cesar. Tidak usang berserang peluang kembali didapat Milan. Kali ini Alexandre Pato yang gagal memaksimalkan umpan Kevin Prince-Boateng.

Terjadi kemelut di depan gawang Abbiari di menit ke-17 sehabis Maicon melepaskan tendangan bebas. Namun usaha Ricky Alvarez mengubah skor masih belum berhasil. Tendangan bebas first-time Boateng di kotak penalti, tendangannya masih melambung di atas mistar Cesar.

Tempo tinggi yang diperagakan kedua tim belum membuahkan gol sampai setengah jam pertandingan berlalu. Van Bommel melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, tapi kembali dihalau mistar gawang. Hingga turun minum, kedudukan imbang tanpa gol belum berubah.

I Diavolo yang mempertahankan tempo tinggi di babak kedua, harus tertinggal lebih dulu oleh gol Milito di menit ke-54. Lolos dari kawalan Ignazio Abate, Milito sukses memperdaya Abbiati.

Unggul satu gol menaikkan iktikad diri bawah umur ajar Claudio Ranieri. Serangan beruntun dilancarkan Inter. Tendangan Ricky Alvarez masih mampu diselematkan Abbiati, dilanjutkan agresi Nagatomo yang hanya berbuah tendangan sudut.

Ibra hampir menyamakan kedudukan di menit ke-71, namun tendangannya masih melebar. Tidak usang kemudian serangan balik Inter menciptakan Nagatomo melepaskan tembakan keras tapi masih dihalau Abbiati.

Milanb terus menekan lini pertahanan Inter, namun sampai peluit panjang dibunyikan kemenangan tetap menjadi milik La Beneamata.

Sumber : Goal.com

Lazio Gasak Sepuluh Pemain Atalanta

benar telah bangkit dari kekalahan memalukan  Lazio Gasak Sepuluh Pemain Atalanta
BLOG BERITA BOLA - Lazio benar-benar telah bangkit dari kekalahan memalukan 4-0 di markas Siena pekan kemarin.

Usai membekuk Verona 3-2 di perdelapan-final Coppa Italia pada midweek, kali ini giliran Atalanta yang dipukul 2-0 di Olimpico, Ahad (15/1), dalam lanjutan Serie A.

Eksekusi Hernanes dari titik putih di babak pertama membuka skor bagi I Biancoceleste sebelum Miroslav Klose memastikan angka maksimal dengan golnya di pengujung tabrak. Kubu tamu sendiri harus bermain dengan sepuluh orang semenjak menit ke-53 menyusul kartu kuning kedua bagi Stefano Lucchini.

Hasil ini menciptakan pasukan Edoardo Reja kondusif di peringkat keempat klasemen sementara. Mengantungi nilai 33, Lazio pada giornata 18 ini tak akan terkejar Inter Milan (29 poin) yang gres akan bermain di derby della Madonnina dinihari nanti.

Sumber : Goal.com

Cagliari Tahan Juventus Di Juventus Arena

 Juventus tak mampu meraih poin maksimal di Juventus Arena Cagliari Tahan Juventus Di Juventus Arena
BLOG BERITA BOLA - Juventus tak mampu meraih poin maksimal di Juventus Arena, Minggu (15/1). Menjamu Cagliari, La Vecchia Signora harus puas dengan poin satu sesudah ditahan imbang 1-1.

Unggul lebih dulu lewat gol Mirko Vucinic, Juventus kemasukan di awal babak kedua oleh gol Andrea Cossu.

Tambahan satu angka mungkin tak cukup baik untuk mampu mempertahankan posisi mereka di puncak klasemen Serie A Italia. Juventus kini mengoleksi 38 angka dari 18 berkelahi mereka.

Jika Milan mampu menang di derby della Madoninna dinihari nanti, Juventus akan tergeser ke posisi dua dan tertinggal dua angka dari sang juara bertahan.

Adapun hasil imbang bagi Cagliari cukup baik untuk mengamankan posisi mereka di papan tengah. Cagliari sejauh ini sudah mengoleksi 22 angka.

Butuh enam menit bagi Juventus untuk bisa unggul. Vucinic membuka kans menang timnya sehabis memaksimalkan umpan silang Stephan Liechsteiner.

Sejumlah kesempatan lain dimiliki Alessandro Matri, Simone Pepe dan Andrea Pirlo. Tapi sampai turun minum, keunggulan 1-0 tak berubah.

Cagliari langsung menyerang di awal paruh kedua. Hasilnya ialah gol Cossu di menit 48 lewat tendangan keras kaki kiri, memaksimalkan kesalahan Leonardo Bonucci dalam menyapu bola.

Juventus pun berusaha membalas gol tersebut. Alessandro Del Piero dan Milos Krasic mempunyai kans terbuka untuk membawa timnya menang, namun digagalkan oleh Michae Agazzi yang tampil cemerlang di bawah mistar gawang Cagliari. Skor 1-0 kesudahannya menjadi hasil selesai adu ini.

Sumber : Goal.com

Cavani Selamatkan Napoli Dari Kekalahan

 Edinson Cavani tampil sebagai penyelamat bagi Napoli Cavani Selamatkan Napoli Dari Kekalahan
BLOG BERITA BOLA - Edinson Cavani tampil sebagai penyelamat bagi Napoli. Gol yang dicetak lewat titik putih penalti oleh striker tim nasional Uruguay itu mengantarkan Napoli bermain imbang 1-1 dengan Bologna di Stadio San Paolo, Selasa (17/1) dinihari WIB.

Tambahan satu angka ini ternyata belum mampu membuat posisi Napoli bergerak ke zona Eropa. Napoli sekarang masih terpatri di urutan enam klasemen sementara Serie A Italia.

Tampil di sangkar lawan, Bologna ternyata mampu menunjukkan penampilannya yang bernafsu. Pada empat menit awal, Rossoblu menawarkan ancamannya kepada jantung pertahanan tuan rumah.

Usaha itu dilakukan oleh Gaby Mudingayi yang melepaskan tendangannya dari luar kotak penalti. Sayang, tendangan gelandang berkebangsaan Belgia itu masih sedikit melebar di sisi kanan gawang Napoli.

Dua menit berselang, Bologna kembali lagi menebarkan ancamannya lewat Robert Acquafresca. Tetapi tendangan pemain Bologna ini masih bisa dihalau oleh barisan pertahanan Napoli.

Napoli baru memperlihatkan tekanannya yang serius sehabis pertandingan berjalan sepuluh menit. Usaha tersebut dilakukan oleh Marek Hamsik. Umpan dari Hugo Campagno itu kemudian dituntaskan dengan tendangan kaki kiri Hamsik. Tetapi bola yang mengarah ke gawang masih bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper Jean Francois Gillet.


Memasuki menit ke-14, usaha Bologna untuk memperoleh gol akhirnya tercapai. Adalah Acquafresca yang menjadi penentu gol tersebut. Bola yang diberikan oleh Nico Pulzetti lalu dilanjutkan oleh Acquafresca dengan melepaskan sebuah tendangan ke sudut kiri gawang Napoli.

Setelah memperoleh gol, Bologna tetap tidak mau mengendurkan serangannya. Tiga menit berselang, Diego Perez mencoba melepaskan tendangan. Namun bola yang dilepaskan Perez itu masih melenceng di sisi kiri gawang Napoli.

Sebaliknya, gol tersebut sekaligus juga memancing adrenalin pemain Napoli untuk bisa membalas. Setengah jam tabrak berjalan, Hamsik kembali lagi membuang kesempatannya dikala menerima sodoran bola dari Walter Gargano.

Hingga simpulan 45 menit pertama, perjuangan Napoli untuk membalas gol tetap tidak membuahkan hasil. Hal yang sama juga masih tetap berjalan sampai 10 menit awal babak kedua.

Kebuntuan itu membuat instruktur Napoli Walter Mazzarri harus melakukan perubahan deretan di lapangan. Juan Zuñiga masuk menggantikan Hugo Campagnaro.

Pergantian ini menawarkan sedikit angin segar bagi kekuatan Napoli. Pergerakan Hamsik, Pandev maupun Cavani juga semakin menunjukkan ancamannya ke jantung pertahan Bologna.

Di menit ke-62, Pandev sempat melepaskan tendangan kaki kiri yang terarah ke gawang. Namun tendangannya itu masih mampu dihalau oleh kiper Bologna.

Usaha Napoli itu baru mendapatkan hasil sehabis pertandingan berjalan 70 menit. Wasit menunjuk titik putih sesudah gelandang Bologna Diego Perez terlihat hand ball di areal terlarang. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Cavani yang tampil sebagai eksekutor penalti.

Setelah menyamakan skor, Napoli semakin tambah bergairah untuk menerima gol tambahan. Empat menit jelang bubaran, Juan Zuniga mencoba melepaskan tendangan ke arah gawang. Namun perjuangan itu masih bisa dihalau oleh kiper lawan.

Memasuki pelengkap waktu, Bologna mencoba juga untuk menebarkan bahaya melalui tendangan Marco Di Vaio. Sayangnya, tendangan striker Bologna itu juga masih mampu diselamatkan oleh kiper Napoli. Hingga peluit panjang ditiup wasit, skor imbang 1-1 tetap tidak berubah.

Sumber : Goal.com

Sneijder 'Tersudut' Oleh Formasi 4-4-2

 Inter semakin nyetel dengan komposisi pemain yang diturunkan dalam enam kemenangan berunt Sneijder 'Tersudut' Oleh Formasi 4-4-2
BLOG BERITA BOLA - Inter semakin nyetel dengan komposisi pemain yang diturunkan dalam enam kemenangan beruntun tim. Dalam catatan konkret tersebut, Nerazzurri meraihnya tanpa andil Wesley Sneijder -- pemain yang digadang-gadang roh Inter -- karena sebelumnya sang gelandang dirundung cedera.

Namun, kini sang playmaker telah pulih. Di laga Derby Della Madonnina kontra AC Milan kemarin pemain asal Belanda itu diturunkan di babak kedua. Alih-alih comeback, rupanya Ranieri sudah keburu klop dengan pakem 4-4-2 dan menegaskan tidak akan mengubah bagan itu.

Hal yang mana kemudian mengindikasikan posisi Sneijder di Inter kini terancam. Sebab, sang gelandang terbiasa bermain dalam formasi 4-3-1-2 dengan perannya sebagai free-role. Oleh alasannya adalah itu, Ranieri pun mewanti-wanti Sneijder untuk berjuang menerima kembali posisinya di tim inti.

"Saya yakin, segala sesuatu yang gampang maupun yang sulit itu tiba dikala pelatih telah mempunyai opsi tertentu di dalamnya," buka Ranieri kepada Tribalfootball.

"Kami mempunyai seorang jawara seperti Sneijder dan Forlan yang harus dibiasakan masuk dalam gugusan ini [4-4-2], dan mereka sejauh ini bermain dengan bagus."

"Mereka mesti bersabar dan perlahan jikalau ingin nyetel dengan seni manajemen itu, kemudian barulah mereka akan memberikan performa terbaik mereka dan menunjukkan pada kami kualitas sejati mereka," tegas Ranieri.

Sumber : Goal.com

Ibra: Inter Milan Hanya Bertahan

 Zlatan Ibrahimovic masih belum bisa melupakan kekalahan AC Milan dalam derby Ibra: Inter Milan Hanya Bertahan
BLOG BERITA BOLA - Zlatan Ibrahimovic masih belum bisa melupakan kekalahan AC Milan dalam derby. Menurutnya, I Rossoneri tidak menunjukkan permainan terbaiknya, dan Inter Milan hanya mampu bertahan.

"Kami tidak banyak melepas tembakan yang mengarah ke target," ujar Ibra kepada Sportbladet, surat kabar Swedia.

"Kami selalu bisa menguasai bola. Mengalirkannya dari kaki ke kaki. Namun saya merasa Inter datang hanya untuk mempertahankan diri agar tidak kalah," lanjutnya.

Inter, masih berdasarkan Ibrahimovic, hanya menunggu pemain Milan menciptakan kesalahan. Ia mendapatkannya sekali, dan bisa mengkonversinya menjadi gol. Inter menang 1-0.

Ibrahimovic juga mengeluh tidak banyak mendapat suplai bola dari lini tengah, ketika berada di kotak penalti lawan.

"Kami kalah, tapi kami masih lima poin di atas Inter Milan," demikian Ibra.

Ibra juga tidak melihat derby Milan sebagai pertandingan menentukan. Masih banyak pertandingan lain, dan segalanya masih mungkin terjadi.

"Siapa pun tidak bisa bermain dalam performa terbaik setiap pekan. Di sisi lain, Inter hanya bisa bertahan, dan bertahan," Ibra mengakhiri.

Sumber : Goal.com